Senin, 02 September 2013

Apa dan Mengapa Memuridkan???

Tugas utama seorang murid adalah belajar, namun dalam konteks Kristen, sebagai murid kita juga memiliki tugas yang tidak kalah penting. Tugas itu adalah memuridkan. Nah, apakah yang dimaksud dengan pemuridan ini dan mengapa tugas memuridkan ini penting?





Apa yang dimaksud dengan pemuridan?

Pemuridan adalah sebuah proses dimana seseorang atau sekelompok orang secara sengaja masuk ke dalam hubungan dengan orang lain. Disitu, orang itu didorong, diperlengkapi, dan diajarkan firman Tuhan agar bisa bertumbuh dewasa didalam Kristus. Selanjutnya, ia juga diajar untuk melakukan hal yang sama (memuridkan) kepada orang lain.

5 Ciri Pemuridan

1.   Menempatkan Kristus sebagai Pusat

Pemuridan bukanlah untuk kita, melainkan untuk Tuhan (markus 8: 34-38). Fokus kita adalah Tuhan dan untuk memuliakanNya. Bukan pada kepentingan kita sendiri, bahkan juga bukan pada kepentingan gereja, tetapi kepentingan Tuhan saja.

2.   Mengikuti Teladan Kristus

Menjadi seorang murid berarti kita merendahkan diri untuk mau mengikuti Guru kita. Yohanes 8:31 menegaskan ini. Dari ajaranNya, dari teladan ketaatanNya dan kasihNya, kita pun harus seperti Dia.

3.   Berbuah

Berbuah bukan berarti kekuatan kita yang memberi buah. Tapi, berbuah berarti kita mau taat pada firman Tuhan dan dari situ baru kita menghasilkan buah untukNya.

4.   Mengasihi sesama Murid

1 Yohanes 3:10 mengatakan bahwa ciri murid Kristus adalah ia mengasihi sesama murid Kristus yang lain. Dalam hal ini, maka hubungan saling membantu pasti ada didalamnya (Gal 6:2) dan bukan justru saling menjatuhkan, iri hati, bersaing, dsb

5.   Memuridkan

Ya ini yang membedakan antara konsep pemuridan dunia dan pemuridan Yesus. Menjadi murid tidak cukup hanya taat dan belajar saja, tetapi juga ada kewajiban yang tak kalah penting yakni memuridkan orang lain.

Mengapa kita harus memuridkan?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7vkCXrcViuXvIajai12nS9FSi80VYYQgW7uW9cysx9t_x2XGckcY4wUNBohTpY24jF2iIJZxjgCjazwWFFAVpxCCunhuRSNMoOMGinvChJ1JYdhv_pZg9AFme1klEAhy0UGgPMvryskF4/s280/groups2.jpg

1.   Amanat Agung Kristus

Teolog Dietrich Bonhoeffer pernah mengatakan, “kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus”. Amanat Agung Yesus sebelum ia berangkat ke surga pun  berkata jelas “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Mat 28:19). Ya, sesungguhnya pemuridan bukan pilihan, tapi perintah, dan keharusan yang harus dilakukan setiap orang yang mengaku sebagai orang Kristen.

2.  Yesus Sendiri Memuridkan

Adalah tugas seorang murid untuk meneladani Sang Guru. Dan karena Yesus memuridkan, maka demikian jugalah kita seharusnya. Ia memilih beberapa orang untuk dijadikan murid selama Ia melayani di dunia, dan begitu jugalah seharusnya kita melakukan pemuridan setelah kita dimuridkan.

Namun pemuridan juga bukan berarti kita melakukan dengan sembarangan. Karena pemuridan yang kita lakukan juga pada dasarnya adalah untuk menjadikan seseorang murid Kristus (bukan murid kita sendiri). Maka kita harus selalu menyertakan Tuhan dalam hal ini. bahkan sebelum memilih murid-murid Nya. Yesus pun mendahului dengan doa semalaman (Luk 16:12). Penting untuk kita menyelidiki dan mengetahui kehendak Bapa dulu sebelum dan selama pemuridan.

3.   Banyak jiwa yang membutuhkan

Mengapa kita memuridkan? Jawaban paling sederhana adalah karena banyak orang yang membutuhkannya. Jika tidak, maka Yesus sendiri tidak perlu sampai harus turun ke dunia serta melayani dan mengajar banyak orang. Karena banyak orang butuh keselamatan dalam Kristus, maka Ia juga memilih para muridNya dan mengajarkan mereka tentang apa yang harus dilakukan agar karyaNya tidak berhenti hanya saat Ia didunia saja. Ya, pemuridan adalah salah satu cara yang dicontohkam sendiri oleh Yesus dalam memberitakan Injil keselamatan dan menyebarkannya sampai ke ujung dunia sehingga jiwa-jiwa bisa diselamatkan dari kebinasaan.

Sumber : handbook spirit november 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar