Selasa, 25 Februari 2014

Ringkasan BAB 3 (bagaimana menyelamatkan anak muda yang hilang) Buku Perjuangan sebuah regenerasi



Perjuangan untuk Sebuah Generasi
Menjangkau Hati Anak-anak Muda yang Terhilang


Penulis: Ron Hutchcraft dan Lisa Hutchcraft Whitmer
Penerbit : METANOIA





Bab 3

Bagaimana Menyelamatkan Anak Muda Yang Hilang : Suatu Kewajiban





Tatkala kita menjajaki hati anak muda masa kini yang tidak memiliki Yesus, kita, pada hakikatnya, sedang memandangi mereka dari sisi sebuah sungai yang lebar. Di sisi sungai ini ada pria dan wanita “yang hatinya telah digerakan Allah” (1 samuel 10:26) oleh karena hilang nya anak-anak itu. Yang menjadi tantangan adalah Anak Muda yang membutuhkan kita berada disisi lain dengan sebuah penghalang yang sangat besar diantaranya. Remaja-remaja masa kini nyaris tidak tahu apa-apa tentang dunia orang Kristen—dan orang Kristen nyaris tidak tahu apa-apa tentang dunia remaja. Belum pernah ada pemisah yang sebesar ini.

Jadi, orang dewasa Kristen yang ingin mengubah keadaan anak-anak yang hilang harus membayangkan cara membangun sebuah jembatan menuju jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.

Jadi, kita yang ingin memperkenalkan mereka kepada Yesus harus melakukan apa  yang Yesus sudah lakukan—“mencari dan menyelamatkan jiwa”—mereka yang hilang (Lukas 19:10).

Jembatan misi dibangun diatas lima kewajiban yang menyelamatkan jiwa. Setiap orang dewasa yang ingin memasuki kehidupan anak muda dengan membawa kabar baik tentang Yesus harus berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang sudah ditetapkan oleh kelima kewajiban tersebut.
                               

BERFOKUS PADA YESUS
                                                                                    
Remaja tidak tertarik untuk mendengar isu-isu mengenai agama, denominasi, ataupun gaya hidup. Sosok Yesus lah yang akan menarik minat seorang anak muda modern, bukan sistem kekristenan.

Jika anda berusaha memasuki kehidupan seorang remaja yang hilang dengan banyak hal teologis dan religius, anda mungkin tidak akan mampu bergerak. Rasul Paulus mengatakan dalam 1 korintus 2:2 “sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa diantara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan”. Padahal Paulus bisa datang ke korintus dengan segudang kebenaran kristiani. Sebaliknya, ia hanya berfokus pada sebuah pesan sederhana…. Yesus dan Salib.

Pasti ada waktu yang tepat untuk menyampaikan ajaran Tuhan, tetapi mungkin tidak ketika anda sedang berusaha memperkenalkan dasar-dasar injil kepada seorang remaja dari era pascakekristenan. Penting untuk membicarakan isu-isu gaya hidup, juga—bahasa, music, dan hubungan yang dianut oleh seorang anak muda. Tetapi, tidak ada gunanya kalau kita berusaha meminta remaja membasuh hatinya sebelum mereka mengenal sang Pembasuh. Fokus kita perlu pada seorang pribadi—Tunjukan saja kepada mereka Yesus dan kasihNya yang dinyatakan dikayu salib. Mereka perlu mendengar injil tanpa dibebani hal-hal lain.

Tatkala menghadapi remaja masa kini, baik sekali menggunakan injil (matius, markus, Lukas, dan Yohanes) secara menyeluruh. Mereka perlu mendengar kisah tentang Yesus dan menyelidiki bagaimana Ia memperlakukan manusia, apa yang Ia harapkan dari manusia, bagaimana bentuk kasih serta kuasaNya.
Beritahukanlah selalu bahwa Yesus menyodorkan undangan sederhana kepada banyak orang----“Ikutlah Aku”. Mengikuti Yesus adalah fakta yang penting.

Yesus tidak pernah berkata “ikutlah pengikut-pengikut-Ku”.

Ada orang-orang yang berkata, “nenekku dan orang-orang digerejaku itu munafik.”

Benar, Alkitab TIDAK berkata, “ikutlah nenek Anda”. 

Apakah Yesus munafik?

“bagaimana dengan biarawati yang memukul saya ketika saya berumur lima tahun dan membuat saya mengikuti semua peraturan itu?”

Apakah Yesus berkata, “ikutlah biarawati itu” atau “ikutlah semua peraturan itu”?

TIDAK !  Yesus berkata “ikutlah Aku.”

Kalau tidak ada orang yang bermasalah dengan Yesus, tidak ada alasan lain untuk menolak Dia. Jadi ceritakanlah tentang Yesus. Berfokuslah pada Yesus. Dialah yang dirindukan oleh hati anak muda.



MULAILAH DENGAN KEBUTUHAN MEREKA


Awalnya seorang anak muda tidak terlalu menghiraukan Yesus atau sebuah jawaban atas dosa—yang akan menjadi ririk awal kita. Jadi, kita perlu memulainya dengan sebuah kebutuhan yang memang dipedulikan anak muda itu. Kepekaan dalam penginjilan ini diteladankan oleh Yesus sendiri dalam percakapanNya dengan perempuan Samaria (yohanes 4).

Perhatikanlah bahwa Yesus tidak berjalan sambil berkata “hei, Akulah Mesias”. Sebaliknya inilah yang dikatakan, “hei, marilah kita berbincang-bincang mengenai air” (terjemahan bebas)

Sama sekali tidak ditemukan persamaan antara diri Yesus maupun perempuan tersebut.

Yesus adalah seorang laki-laki, dan lawan bicaranya seorang perempuan.

Yesus seorang yahudi, dan perempuan itu dari kota samaria.

Yesus adalah seorang rabi, perempuan itu seorang pelacur.

Namun, Yesus memiliki kesamaan untuk diperbincangkan: baik Yesus maupun perempuan Samaria itu sama-sama membutuhkan air.

Jadi, Yesus mulai berbicara tentang rasa haus secara fisik; kemudian Ia beralih ke rasa haus secara emosional dan rohani dan air hidup yang Ia tawarkan.

Seorang anak muda berpikir, mengapa aku harus mempedulikan apa yang tengah kau coba katakan? Apa hubungannya dengan hidupku?

Dengan mengingingat bahwa para remaja adalah orang-orang yang berfokus pada perasaan, berorientasi pada saat ini, kita dapat memperkenalkan Yesus kepada mereka dengan cara yang terbaik jika kita mengawalinya dengan kebutuhan mereka.


BEKAS LUKA KARENA DOSA

Dosa bukanlah sebuah masalah untuk ditanggapi. Dan karena dosa bukanlah suatu masalah untuk ditanggapi, seorang Juruselamat juga bukan suatu masalah untuk ditanggapi.

Jadi, “Bagaimana anda mengabarkan injil kepada anak-anak seperti ini?” merupakan pertanyaan yang penting.

Walaupun dosa bukan masalah untuk ditanggapi, namun akibat-akibat dari dosa betul-betul merupakan suatu masalah untuk ditanggapi.

Mereka dapat melihat apa yang dihasilkan oleh sikap mementingkan diri sendiri terhadap keluarga mereka dan pernikahan orangtua mereka.. bekas luka yang tertinggal pada diri mereka oleh karena ucapan kejam yang berkali-kali.. bekas-bekas emosional yang tertinggal pada diri mereka dan reman mereka akibat mereka dimanfaatkan secara seksual dengan dalih cinta. Mereka melihat kehancuran disekitar mereka, kepalsuan didalam hubungan, kesepian yang tidak terobati.

Dengan kata lain, anak muda mungkin tidak tahu tentang penyakit, tetapi mereka melihat gejala-gejalanya disekitar mereka dan didalam diri mereka. Kita dapat membawa mereka dari tempat mereka berada kepada salib Yesus jika kita melihatnya dengan gejala-gejala dosa yang dapat mereka lihat… menunjukan kepada mereka penyakit dosa yang menimbulkan gejala tersebut.. kemudian memperkenalkan penyembuhan yang disediakan oleh Yesus. Ibaratnya, peralihan dari gejala kanker kepada kanker dan kepada penyembuhan.

Gejala—Penyakit—Penyembuhan

Terlalu mudah untuk melompat dari gejala kepada penyembuhan tanpa pernah menjelaskan penyakit dosa. KESEPIAN akan menjadi sebuah contoh dari gejala dosa yang sangat disadari oleh anak-anak dan tepat untuk memulai dengan hal ini. Namun, Yesus tidak mati demi kesepian. Ia mati demi menebus dosa.

Tidak ada manusia dibumi ini yang dapat mengisi kekosongan didalam hati kita karena Allah sudah “memberikan kekekalan didalam hati mereka” (pengkotbah 3:11). Adalah Allah yang membuat kita kesepian. Karena kita jauh dari pribadi yang menciptakan kita. Kita jauh dari Dia karena cara hidup tanpa Allah yang disebut dosa ini. Sebelum gejala kesepian ini ditangani, gejala kesepian tidak dapat berlalu. Dan kesadaran ini membawa seorang anak muda kepada salib, dimana penyakit dosa kita dipikul oleh Yesus Kristus. Kita tidak dapat memberitakan injil, jika kita tidak menyertakan dosa.

Seorang Juruselamat dalam hubungan antar sesama

Apa yang paling berarti bagi anak-anak masa kini? HUBUNGAN.

Mereka mampu melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh dosa terhadap sesuatu yang paling mereka pedulikan…Hubungan.

Anda dapat bertanya “pernahkah kamu merasa seperti ada seseorang yang hilang dalam hidup mu.. seakan-akan ada seseorang yang seharusnya ada disitu tetapi ternyata tidak ada?”

Anak-anak merasa “hilangnya” Tuhan, namun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya hilang. Mereka merasakan kehilangan itu dengan belasan cara yang berbeda. Saat kesepian, mereka merasa kehilangan Tuhan. Mereka merasa putus asa, tidak berpengharapan, dan tidak berarti karena jauhnya keberadaan mereka dari Tuhan.


BUATLAH KEMASAN YANG MENARIK


Mengapa banyak anak muda senang membeli apa yang dijual oleh iblis? Pada hakikatnya, produknya hanyalah kegelapan dan kebinasaan. Namun, musuh itu memiliki sejumlah paket yang paling menarik didunia.

Mengapa begitu banyak anak muda yang mengabaikan kasih dan hidup yang ditawarkan oleh Yesus? Mungkinkah itu dikarenakan “produk” yang luarbiasa itu kita tawarkan dengan kemasan yang sangat membosankan?

Kita menafsirkan ketidaktertarikannya sebagai sikap menolak kristus, padahal dalam kenyataannya, ia mungkin tidak suka dengan kemasan yang kita tawarkan untuk memperkenalkan Dia.

Memperhatikan kemasan prosuk, tetapi tidak mengubah produknya!

Ya, ada sebuah dunia yang utuh di radio kristiani, televisi kristiani, penerbitan kristiani, seminar kristiani, music kristiani, dan konser kristiani—namun kebanyakan anak-anak yang terhilang bahkan tidak tahu bahwa dunia tersebut eksis. Dunia yang berpusatkan pada Yesus hanyalah sebuah dunia yang asing bagi mereka. Semuanya tergantung pada kita untuk memberi mereka sebuah alasan untuk datang kesebuah tempat dimana Yesus berada.


DATANGILAH DUNIA MEREKA


Dalam menyelamatkan jiwa mengharuskan kita meninggalkan zona nyaman dan pergi ke tempat-tempat dimana anak-anak yang hilang itu berada. Orang dewasa yang terbeban dan mau menjangkau anak-anak akan mencari cara untuk membawa injil ke tempat-tempat mereka berada atau menugasi beberapa orang dalam tim nya yang mampu.

Semuanya berawal dari hati. ketika anda mengizinkan Yesus memberi anda hati gembala yang dimilikiNya—hati yang mencari domba yang hilang, bukannya menantikan anak-anak yang hilang itu datang kepada anda.

Seorang penjaga pantai tidak melaksanakan pekerjaannya disebuah pos penyelamatan orang tenggelam. Ia melaksanakan ditengah badai dan ombak.
                               

BERI MEREKA KASIH

Persyaratan paling penting untuk memasuki kehidupan anak muda—menyangkut siapakah anda. Artinya ini berkaitan dengan keberadan orang yang membuat seorang anak muda merasa bahwa dirinya penting. Kemampuan untuk memberi mereka kasih sangat penting. Seorang anak muda akan pergi kemana ia merasa dikasihi.

Anda memberi mereka kasih tatkala anda mendengarkan mereka tanpa perhatian yang bercabang… tatkala anda ingat untuk menanyakan hal-hal yang penting dalam kehidupan mereka.. tatkala anda menyediakan waktu untuk bersama mereka… tatkala anda mementingkan hari-hari istimewa mereka.. tatkala anda mereka berada disana untuk saat-saat penting yang mereka miliki.


Kasih sejati begitu sulit hadir didalam dunia seorang anak muda masa kini, sehingga mereka nyaris sulit untuk mempercayai bahwa anda peduli. Namun, jika mereka secara konsisten merasa dihargai dan dikasihi ketika bersama anda, akhirnya mereka akan mempercayai anda dengan hati.. 

Ringkasan Buku (BAB 2) Perjuangan untuk Sebuah Generasi

Perjuangan untuk Sebuah Generasi
Menjangkau Hati Anak-anak Muda yang Terhilang


Penulis: Ron Hutchcraft dan Lisa Hutchcraft Whitmer
Penerbit : METANOIA



BAB 2
12 Kalimat yang Mendefinisikan Sebuah Generasi

Sebelum kita mulai menolong mereka, kita harus tau bagian mana yang terluka, termasuk penyebab “gejala-gejalanya”. Sebelum kita mengembangkan strategi yang efisien untuk mengubah keadaan hidup mereka, kita perlu memahami anak muda yang ingin kita jangkau.
Seorang utusan injil tidak terjun payung di Irian Jaya seraya berkata “Hai penduduk asli. Izinkan saya menceritakan kisah tentang Yesus yang saya punyai’. Ia sudah terlebih dahulu mempelajari bahasa maupun budaya penduduk setempat.

               MEMAHAMI PENDUDUK ASLI   
Kita seumpama utusan injil bagi sebuah budaya lain, jadi kita perlu mengawalinya dengan memahami penduduk asli (generasi yang hilang) yang sedang kita coba jangkau. Kehidupan dan kebutuhan mereka dapat diringkas dalam 12 kalimat yang mendefinisikan generasi ini.
                                                                                             
Kesepian Adalah Kondisi Hati Mereka

Mereka adalah orang yang betul-betul kesepian.
Salah satu penyebabnya yang mendalam adalah anak-anak menghabiskan sebagian masa pertumbuhannya seorang diri. Dari sekolah, mereka pulang ke rumah kosong, dimana mereka diasuh oleh ibu yang berkedap-kedip yang disebut televisi. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam sendirian didalam kerajaan kecil yang namanya kamar tidur. Dibandingkan generasi sebelumnya, anak muda dewasa ini lebih sering harus mengasuh diri mereka sendiri tanpa memiliki hubungan yang bermakna dengan orang sekitarnya.
Mereka sangat kurang  memiliki hubungan antar sesama. Bagi mereka komunikasi adalah hal yang sulit. Anak-anak masa kini bukanlah pembicara yang baik. Komunikasi menjadi sulit bagi orang-orang yang tidak banyak berlatih bercakap-cakap. Maka hubungan antar sesama yang mereka miliki cenderung semu. Mereka mempercakapkan hal-hal yang sepele, yang dangkal, yang sangat tidak memiliki makna, dan tidak memiliki kedekatan yang nyata.
Konsekuensinya, karena remaja seringkali tidak tahu cara mengungkapkan apa yang mereka rasakan, mereka menjadi orang-orang yang mudah meledak. Hanya karena mereka tidak mengungkapkan perasaan tidak berarti mereka tidak mempunyai perasaan mengenai diri mereka secara mendalam. Apabila perasaan ini memuncak didalam batin, perasaan itu dapat mendorong mereka berperilaku kasar atau merusak diri. Semua ini memperdalam dan memperkuat rasa kesepian mereka.
Meskipun kesepian merupakan pintu yang terbuka bagi kasih yang palsu untuk dapat masuk, kesepian juga merupakan pintu terbuka bagi kasih Kristus untuk dapat masuk. Kita harus memberikan sebuah atmosfer dimana mereka dikasihi. Jika anda mengasihi mereka, maka mereka hampir tidak menghiraukan apa yang menjadi keyakinan anda.
Remaja masa kini tidak mengajukan pertanyaan yang alkitabiah ,
“apa yang harus kulakukan supaya diselamatkan?”
Ia bertanya, “apa yang harus kulakukan agar dikasihi?”
Remaja akan pergi ke tempat-tempat kasih ditemukan. Orang-orang yang paling dahulu mengasihi mereka akan memiliki mereka !
Yang Terpenting bagi Mereka Adalah Hubungan
Prioritas nomor satu bagi anak muda adalah hubungan. Mereka akan melakukan apa saja agar memiliki hubungan-dan memupuk hubungan itu. Ketika seorang anak muda menemukan sesuatu yang terlihat seperti sebuah hubungan yang baik, ia akan membayar harganya berapa pun besarnya.
Hubungan sudah menjadi nomor 1 karena kehilangan hubungan membuat hubungan menjadi berharga. Apa yang direnggut dari anda, itulah yang cenderung anda hargai.
Agar ibu dan ayah mendapat mobil, rumah, uang, dan pakaian, mereka harus meninggalkan anak-anak itu. Konsekuensinya, sebuah hubungan antar sesama sudah direnggut dari anak-anak zaman sekarang. Oleh sebab itu, mereka mau melakukan apa saja demi memperoleh kedekatan.
Orang dewasa yang bersedia menjadi teman yang dipercaya mampu mempengaruhi kehidupan seorang remaja dengan cara yang sangat luarbiasa- terutama jika orang dewasa itu dapat membawa remaja tersebut kepada satu-satunya hubungan yang akan menutup lubang dihatinya.
Musik Adalah Bahasa Mereka
Bahasa anak muda masa kini ialah music. Mereka menerima ribuan pesan melalui musik mereka. Sulit bagi kita sebagai orang dewasa untuk membayangkan bahwa musik mengambil alih seluruh pemikiran dan jati diri seorang anak muda.
Musik adalah bahasa dari generasi yang perlu kita jangkau dengan begitu sungguh-sungguh.
Setelah mendengar kan sejumlah lagu2 kontemporer, banyak orang dewasa mungkin bertanya, “kamu menyebut ini musik?” sebagian besar terdengar seperti teriakan. Namun, musik mengungkapkan apa ang ada didalam jiwa kita. Apa yang terkandung dalam jiwa sebuah generasi anak muda yang menjinjing sekoper penuh kepedihan adalah amarah, luka, serta frustasi yang menggunung.
“musik disfungsional” itu mengungkapkan disfungsi didalam jiwa mereka. Penyanyi yang memekakan telinga itu sedang meneriakan jeritan mereka. Musik mereka dan jiwa mereka berkaitan erat.
Pertama, kita harus sadar bahwa ketika kita menyerang musik yang digemari seorang anak muda, sebetulnya kita sedang menyerang anak itu sendiri.
Apakah musik begitu penting bagi anak muda?
Ya. Sekalipun kita tidak sependapat bahwa musik penting bagi mereka, kita tidak boleh mengabaikan musik dalam usaha kita menjangkau mereka.
Para utusan injil berbicara dengan bahasa yang dikuasai oleh mereka yang tengah dijangkau, bukan kebalikannya.
Harga Dirilah yang Mereka Perjuangkan
Piring-piring kertas ketika telah usai dipakai, maka akan langsung dibuang. Namun piring-piring kaca ketika telah usai dipakai, akan dicuci dan di simpan. Mengapa piring kaca tidak dibuang? Karena, benda itu terlalu bernilai untuk dibuang.
Tragisnya, kebanyakan anak muda masa kini merasa seperti piring kertas, dan mereka membuang atau mencampakan diri mereka sendiri. Orang dapat mencampakan dirinya kedalam seks, obat-obatan terlarang, minuman keras, akademis. Selain itu, mereka juga dapat melakukannya dengan hidup tanpa sasaran ataupun melalui teman-teman yang mereka pilih.
Kehidupan yang dicampakan dengan cara bunuh diri, yang pada hakikatnya berasal dari anak-anak yang mengatakan “tidak masalah. Harga diriku murah. Aku tidak begitu berharga. Tidak menjadi masalah apa yang kulakukan terhadap diri sendiri. Kalau saja aku dapat merasa sedikit bahagia”.
Acap kali mereka melihat masa depannya sendiri dengan komentar, “masa depan apa? Tidak banyak masa depan yang kumiliki”.
Alkitab mengandung ayat-ayat yang memperbaharui harga diri seseorang- “kita ini buatan Allah” (efesus 2:10). Tuhan tidak membuat piring kertas apapun . ia hanya membuat piring kaca yang halus.  Namun sebelum mereka meyakini bahwa mereka adalah barang kaca yang halus, mereka akan terus mencampakan diri mereka sendiri.
Apakah yang telah terjadi sehingga anak muda yang sangat berharga dimata Tuhan merasa begitu tidak berharga dan berperilaku begitu tidak berharga?
Sebuah faktor yang memberi kontribusi kedalam situasi ini ialah orang tua yang tidak dapat ditemui. Sumber utama agar orang mendapat pesan “aku berharga” berasal dari seorang ibu atau ayah yang siap mendampini sang anak untuk meneguhkan perasaannya, memeluknya, mendengarkannya dan memberitahunya bahwa ia baik-baik saja.
Kedua, harga diri seorang anak dapat dirusak oleh harapan-harapan orang tua yang melambung.
Banyak orang tua tanpa sengaja menempelkan ego mereka pada penampilan anak mereka.
“anak lelaki ku mendapatkan nilai ‘A’; aku mendapat nilai ‘A’”
“anak perempuan ku menang; aku menang”
Dan setiap kegagalan meminta korban, yaitu percaya diri anak atau remaja yang bersangkutan. Kekurangan-kekurangan anak acap kali dibicarakan, namun jarang pencapaian-pencapaian mereka. Kelemahan-kelemahan mereka ditegur, namun tidak kekuatan mereka. Kebanyakan anak muda tidak merasa pasti dengan apa yang benar menyangkut diri mereka, mereka hanya tau apa perlu mereka kerjakan.
Dalam mazmur 139; 13-14, Daud berkata, “sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh Aku bersyukur kepada Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
Maksud doa itu adalah, “Engkau hanya menciptakan karya-karya Agung dan Engkau menciptakan aku. Aku adalah karya Tuhan yang unik, hanya satu-satunya buatan tangan Mu”.
Kita harus menunjukan kepada mereka bahwa nilai diri tidak didasarkan pada penampilan atau prestasi mereka; juga tidak pada penerimaan orang lain terhadap mereka, tetapi pada siapa yang merancang mereka. Tidak ada satu pun yang dapat menyamai mereka . mereka adalah karya yang orisinil.
Obat Bius Lebih Penting Daripada Penyembuhan
Acap kali, anak-anak lebih suka kalau rasa sakit diakhiri ketimbang mencari pemecahan atas persoalan mereka. Mereka tidak tahu cara menghadapi tekanan atau persoalan sehingga mereka beranggapan bahwa pengharapan mereka satu-satunya ialah merasa nyaman untuk sementara. “beri aku obat bius” “hilangkan rasa sakit ini”. tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka bahwa penyembuhan  adalah sesuatu yang mungkin.
Penyembuhan memerlukan sedikit upaya dan sedikit waktu.
Pereda rasa sakit tidak menyembuhkan, tetapi mudah dilakukan dan hasilnya bisa segera dirasakan.
Apa saja obat penenang yang digunakan oleh anak muda? Musik menenangkan mereka. Obat-obatan terlarang dapat menenangkan mereka. Pesta. Minum-minum.
Apabila seorang anak bunuh diri, biasanya itu bukan karena mereka ingin mati; itu adalah karena mereka ingin agar rasa sakit diakhiri.
Tersedia banyak pengharapan pada seorang Juruselamat yang berkata, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).
“semua ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)
ia menunjukan kepada kita bahwa kita dapat mencapai kemenangan karena “dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37).
Kita memiliki sesuatu yang jauh lebih baik ketimbang penghilang rasa sakit. Di dalam Yesus Kristus kita memiliki Penyembuhan.
Mereka Tidak Mengenal Rambu-rambu
Karena tidak ada pengertian mengenai benar atau salah, mereka tidak memiliki pengertian mengenai DOSA.
Bagaimana Anda menunjukan kepada seseorang bahwa ia membutuhkan seorang Juruselamat apabila dosa bukan suatu persoalan bagi dirinya?
Mereka adalah produk dari sebuah budaya yang tidak mengenal rambu-rambu.
Kita melihat rambu-rambu dilapangan bermain ketika kita melewatinya; kebanyakan anak muda tidak melihatnya. Jika kita ingin memiliki dampak yang mampu mengubah keadaan mereka, maka kita harus terlebih dahulu menunjukan kepada mereka bahwa ada rambu-rambu.. jelaskanlah mengapa rambu-rambu itu baik.. dan jelaskan pula dimana garis pembatas yang Tuhan tetapkan.
Mereka Menginginkan Otoritas
Dewasa ini, gelar tidak banyak berarti. Salah satu penyebabnya, terlalu banyak orang yang menurunkan nilai gelarnya dengan skandal ataupun kemunafikan. Padahal, otoritas yang efektif  didalam kehidupan anak muda tidak dituntut, tetapu diupayakan. Anda mengupayakan otoritas dengan mendengarkan ucapan mereka, mengasihi mereka, menyisihkan waktu bersama dengan mereka. Dan mereka mencari orang yang layak dipercaya.
Otoritas kedudukan tidak banyak berarti bagi anak-anak dewasa ini. namun, otoritas pribadi (otoritas yang berasal dari keberadaan anda) adalah yang dicari oleh mereka. Mereka betul-betul “domba yang tidak bergembala” (matius 9:36).
Sekarang Lebih Penting Ketimbang Masa Depan
“masa depan terlalu jauh-dan mungkin tidak pernah hadir” itulah perasaan yang tidak terucapkan dibalik banyak pilihan yang dihadapi oleh anak muda. Secara rohani, anak-anak modern tidak secara khusus memikirkan apakah mereka dapat pergi ke sorga atau merasa takut akan menuju neraka. Pemikiran itu tidak nyata bagi mereka-itu diluar jangkauan mereka.
Tidak efektif jika mengatakan,
“alasan mengapa engkau perlu melakukan apa yang Yesus katakan, karena lima tahun dari sekarang itu akan mengubah keadaan.”
Mereka berpikir, “kalau begitu, kapan tibanya lima tahun dari sekarang?”
Bagi seorang remaja, satu minggu terasa seperti seabad.
Pertanyaan mereka yang tidak terucapkan adalah “keadaan apa yang berubah sekarang?”.
Ketika berusaha memberitakan injil kepada seorang remaja, kita perlu menjawab pertanyaan tersebut.
Kita juga harus memastikan untuk menyoroti masa sekarang, mengawalinya dengan masa sekarang yang mereka pedulikan, bukan masa depan yang tidak mereka hiraukan. Perubahan masa sekarang apa yang dibuat oleh Kristus? Jika anda taat kepada Kristus, maka perubahan apa yang terjadi dalam minggu ini? Juruselamat yang kita perkenalkan kepada seorang anak muda mengubah masa depan kita selama-lamanya dan juga masa sekarang.