Selasa, 25 Februari 2014

Ringkasan Buku (BAB 1) Perjuangan untuk Sebuah Generasi



Perjuangan untuk Sebuah Generasi
Menjangkau Hati Anak-anak Muda yang Terhilang





Penulis: Ron Hutchcraft dan Lisa Hutchcraft Whitmer

Penerbit : METANOIA



BAB 1
Perjuangan untuk Sebuah Generasi


Layanan pertolongan bagi orang tenggelam sebetulnya merupakan wadah tempat melahirkan pahlawan. Dinas layanan ini mendirikan pos-posnya setiap sebelas kilometer disepanjang pantai.
Ketika badai yang sangat ganas telah mendamparkan empat orang pria ke atas sebuah kapal karam dimana hanya tiangnya yang terlihat diatas permukaan air. Para kru Layanan Pertolongan itu berjaga-jaga dipantai sambil mengamati setiap kesempatan dari perahu mereka sendiri yang kecil, yang harus bergerak menuju kapal yang karam sejauh 5 kilometer. Ada kemungkinan bahwa mereka sendiri akan disapu ombak. Meskipun demikian , mereka tetap menuju orang-orang yang harus ditolong.

Para kru itu berada ditengah lautan selama 22 jam tanpa makan dan tidur. Di sela-sela terpaan badai, mereka bekerja tanpa henti selama 8 jam.. dan mereka membawa pulang keempat korban itu dalam keaadaan masih bernyawa!!! Ketika badai berikutnya menyerang, satu orang kru menerjang ombak sendirian untuk menolong orang-orang yang kapalnya karam jauh dari pantai. Dengan mengerahkan segenap tenaganya, ia menembus ombak serta badai dan kembali membawa satu korban selamat, kemudian satu lagi, dan satu lagi. Tatkala ia jatuh pingsan dipantai karena keletihan, ia sudah menyelamatkan 10 orang korban sendirian. Tindakan yang luarbiasa ini memperkuat makna keberanian dalam moto Layanan Pertolongan Orang Tenggelam “ Anda harus pergi. Anda tidak harus kembali.”

Saya begitu tersentuh menyaksikan dan mendengar tentang tindakan para kru di pos penyelamat itu.
Saya sudah menyaksikan gambaran yang nyata tentang makna pertolongan bagi anak muda yang hilang ditengah terpaan badai dan ombak yang sedang menghancurkan begitu banyak jiwa saat ini.
Upaya pertolongan dimulai ketika kita mendengar jeritan orang-orang yang sekarat. Para kru tersebut sadar bahwa upaya yang mereka lakukan adalah masalah hidup atau mati. Mereka menerjang badai dan ombak karena mereka sadar bahwa oang-orang yang ada dilaut itu akan segera tewas. Menyadari kondisi ini adalah hal yang mendesak , maka akan mendorong satu individu atau satu gereja untu melakukan sesuatu bagi anak muda yang hilang disekitar mereka.


SEBUAH GENERASI YANG SEDANG TENGGELAM

Bunuh diri, pembunuhan, minuman keras, dll  statistic mengenai krisis ini tidak pernah berakhir setiap krisis memakan korban seseorang, ciptaan Tuhan yang tidak bernilai harga nya. Ribuan anak muda sedang tenggelam karena badai. Harus ada orang yang cukup terbeban untuk mendengarkan jeritan mereka.

Seandainya saya harus merangkum hilangnya anak masa kini dengan beberapa patah kata, saya akan menggambarkan sebagai anak yang :

Tersiksa oleh kesepian

Ada begitu banyak anak muda yang begitu kesepian- sehingga rela melakukan apapun asalkan tidak kesepian sekalipun haya sebentar.

Dikendalikan oleh seks

Tidak ada generasi yang sedang bertumbuh yang pernah terus menerus dibombardir seks sejak mereka masih kecil seperti yang dihadapi anak-anak masa kini.

Dipikat oleh iblis

Tema-tema, lambing-lambang, dan penyesatan iblis mudah ditemukan dalam music anak-anak dan juga video kegemarannya.

Pernah mencoba bunuh diri

Kebanyakan diantara anak muda itu tahu bahwa pintu bunuh diri terbuka jika kepedihan sudah tidak tertahankan lagi. Saat saya berdiri di pos pertolongan orang tenggelam, saya hampir mampu membayangkan lautan yang tengah diterpa badai dan jeritan putus asa dari orang-orang yang nyaris binasa nan jauh disana. Jeritan itu perlu didengar oleh regu penolong. Jeritan itu berasal dari anak-anak yang tengah berusaha menghadapi badai tanpa Yesus. Para penolong adalah orang-orang dewasa yang mengenal Yesus.

RANCANGAN PENYELAMATAN

Orang-orang yang sekarat itu tidak akan datang ke pos pertolongan untuk diselamatkan. Para penolonglah yang harus meninggalkan rasa aman dari pos itu dan pergi ke tempat dimana orang-orang sekarat itu berada. Harus ada orang yang meninggalkan pos yang aman itu untuk menyelamatkan nyawa orang lan.

Pos itu adalah sebuah tempat yang luar biasa bagi para penyelamat untuk membuat kebutuhan mereka terpenuhi, kekuatan mereka terbangun . dan ini juga tempat terbaik untuk menghimpun orang-orang yang telah diselamatkan. Akan tetapi, ini bukan tempat yang terbaik untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Faktanya, remaja yang terhilang pada umumnya tidak datang ke pos penyelamatan jiwa yang kita miliki. Jika kita semata-mata menunggu mereka mendatangi kita, maka sebagian besar dari anak-anak remaja itu akan binasa.

Pelayanan kaum muda, seperti yang dilakukan Yesus, menuntut kita untuk berani meninggalkan zona nyaman dan bersedia menerjang ombak dan badai- sebagaimana yang dilakukan oleh Yesus sendiri. Upaya-upaya pertolongan kita akan membawa kita ke tempat-tempat yang tidak nyaman, dengan cara-cara yang tidak masuk akal, ke dalam budaya anak muda yang perilakunya tidak terkendali. Tetapi memang di tempat itulah anak-anak yang sedang sekarat secara emosional dan rohani itu berada.

Tugas kita bukan hanya melayani kaum muda. Tugas kita adalah berjuang.
Sebuah generasi sedang dinihilkan rohaninya ketika…….

Anak-anak yang terhilang nyaris tidak tahu apa-apa mengenai Yesus.

Anak-anak “yang diselamatkan” tidak hidup bagi Yesus.

Namun kuasa-kuasa kegelapan sama sekali tidak setara dengan kuasa Yesus Kristus: “Kamu…. Telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada didalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4)

Kalau begitu, mengapa penyesatan tampak berhasil merebut hati anak muda kita?? Kuasa-kuasa yang dimiliki Kristus belum muncul dalam perjuangan tersebut. Sebuah perjuangan  timbul bagi sebuah generasi , dan jika kita tidak ikut terlibat didalamnya, maka kita akan kehilangan sebuah generasi. Jeritan anak-anak yang hilang itu memanggil kita untuk mengangkat senjata, untuk mempertaruhkan diri kita bagi mereka. Memanggil kita untuk maju ke medan perang.

Jika generasi tersebut hilang, maka itu bukan karena iblis lebih kuat daripada kita atau karena ia memiliki sesuatu yang lebih baik untuk diberikan kepada anak-anak. Itu karena kita TIDAK MUNCUL. Kita tidak akan kalah dalam berperang. Kita akan kalah bila kita kehilangan generasi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar